TangerangTribun.com - Rusia akan berinvestasi di industri perawatan, perbaikan dan perbaikan pesawat terbang (MRO) untuk pesawat tempur Sukhoi yang dibeli oleh Indonesia.
Hal itu diungkapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
“Sudah diputuskan oleh kabinet kami untuk menyelesaikan pengadaan 11 jet tempur Sukhoi Su-35. Ini adalah usaha yang luar biasa dari menteri pertahanan kami, perusahaan milik negara Rostec, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI), karena mereka kini telah sepakat untuk berinvestasi,” kata Kepala BKPM, Thomas Lembong, di Jakarta, Senin.
Dia menyatakan bahwa undang-undang tentang pertahanan dan hukum di industri pertahanan telah menetapkan persyaratan minimal 85 persen untuk setiap pembelian peralatan pertahanan, yang berarti bahwa biaya dari dana negara harus dikembalikan melalui kegiatan perdagangan dan investasi.
“Dari total 85 persen pengadaan, 50 persen akan dibayar dalam perdagangan barter dan sisanya 35 persen dengan kontrak investasi,” jelasnya.
Total pengadaan jet tempur adalah sebesar US$1,145 miliar.
Kementerian Perdagangan telah menunjuk PPI dan Rostec untuk melakukan perdagangan barter. Indonesia akan mengirimkan beberapa komoditas, termasuk karet dan kelapa sawit.
“Nilai investasinya 35% dari total $1.145 miliar untuk membangun pabrik spare part untuk industri MRO,” lanjutnya.
Dia menambahkan bahwa pengadaan jet tempur tersebut akan selesai oleh Kementerian Pertahanan. “BKPM dan Kementerian Perdagangan akan menyusul,” sambungnya.
Transaksi perdagangan barter SU-35 antara Indonesia dan Rusia ditandatangani pada 10 Agustus.
(antaranews.com)

Leave a Reply