TangerangTribun.com - Ulasan berita untuk warga net Kota Tangerang pada hari Senin (16/10/2017).
Pada ulasan berita kali ini TangerangTribun.com akan coba mengulas insiden tentang meninggalnya penjaga gawang Persela Lamongan, Choirul Huda pasca mengalami benturan keras dengan rekan setimnya Ramon Rodriguez pada hari Minggu (15/10/2017) saat berlaga melawan Semen Padang dala lanjutan Liga 1 Indonesia.
Saat pertandingan dimulai, semua pemain tentu telah dipastikan dalam keadaan fit, baik oleh pelatih mau pun tim medis. Namun saat pertandingan berjalan, segalanya bisa berubah seketika.
Di sinilah kesigapan semua elemen yang ada di lapangan diuji, terutama kinerja dari tim medis mau pun petugas yang terlibat. Kita mengerti bahwa petugas medis pada saat peristiwa itu telah mejalankan tugasnya dengan baik. Apa pun hasilnya kita paham bahwa kematian itu memang kehendak Tuhan.
Sebelum dibawa keluar lapangan, Choirul Huda terlihat sempat menahan sakitnya hingga tak lama kemudian dirinya tak sadarkan diri. Petugas pun menandunya keluar lapangan. Meski demikian pertandingan terus berlanjut.
Benturan yang dialaminya itu ternyata membuat Choirul kritis hingga dia dilarikan ke rumah sakit. Sayang, nyawanya tak tertolong, Ia pun menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Dr Soegiri, Minggu (15/10/17), pukul 17.15 WIB.
Pasca berita meninggalnya Choirul Huda tersebar, netizen di berbagai medsos pun memberikan bela sungkawanya kepada salah satu aset berharga milik Indonesia ini. Para suporter Persela Lamongan pun bahkan ada yang menyebut jika ia rela timnya kalah asalkan Choirul Huda selamat.
Bagaimana pun juga, begitulah sang takdir dinamakan, tak ada yang mampu merubah kehendakNya kecuali yang menciptakannya. Choirul harus meninggalkan kita semua di usia yang masih sangat muda 38 tahun. Selamat jalan Choirul Huda. Semoga segala amal baiknya diterima di sisiNya dan untuk keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. (san)

Leave a Reply